1. IGI ( Ikatan Geografi Indonesia ) yang ditetapkan pada seminar dan lokakarya di Semarang tahun 1988. Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan
2. Preston E James Geografi adalah induk dari segala ilmu pengetahuan
3. Ullman ( dalam bukunya berjudul Geografi a Spatial Interaction ) Geografi adalah interaksi antar ruang
4. Paul Geografi adalah selalu ingin menjelaskan gejala-gejala dari segi hubungan keruangan .
5. Claudius Ptolomaeus Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi .
6. Sidney & Donald J.D Mulkerne Geografi adalah ilmu pengetahuan tentang bumi dan kehidupan yang nada di atasnya .
7. J.W Alexander Geografi adalah ilmu yang mempelajari keberanekaan permukaan bumi secara keruangan .
8. Ellsworth Hunthington ( Aliran Fisis Determinis ) Memandang figure manusia sebagai figur yang pasif
9. Paul Vidal De La Blache ( Aliran Posibilis ) Memandang manusia sebagai makhluk yang aktif
10. Strabo Geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu pada suatu tempat dan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara keseluruhan .
11. Friederich Ratzel Selain lingkungan alam , aktivitas manusia merupakan factor penting dalam kehidupan di suatu lingkungan .
12. Bernhardus Varenius Geografi terdiri dari geografi generalis dan geografi spesialis
13. Vernor E . Finch & Glenn T. Trewartha Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis , tidak statis dan tetap.
14. Hartshorne Geografi berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti , beraturan dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi.
15. Alexander Geografi adalah study tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia .
16. Yeates Geografi adalah ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beranekaragam di permukaan bumi .
17. Bintarto Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan , menerangkan sifat-sifat bumi , menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu .
B. Obyek Geografi
Obyek geografi ada 2 , yaitu :
1. Obyek Material geografi adalah yang dikaji dalam study geografi .
Apa itu yang dikaji dalam geografi , adalah Geosfer ( perlapisan bumi ) . Geosfer ini terdiri dari lima ( 5 ) lapisan , yaitu :
1. Litosfer ( lapisan batuan )
2. Hidrosfer ( lapisan air )
3. Atmosfer ( lapisan udara )
4. Biosfer ( lapisan kehidupan / flora-fauna )
5. Antroposfer ( lapisan manusia ) yang merupakan tema sentral
2. Obyek Formal geografi adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah . Obyek formal geografi memberikan jawaban atas pertanyaan tentang , What ( apa ) , Where ( dimana ) , How Much ( berapa ) , Why ( mengapa ) , How ( bagaimana ) , When ( kapan ) dan Who ( siapa ) dari berbagai gejala geografi di permukaan bumi .
C. Ruang Lingkup Geografi
Karena yang dipelajari dalam geografi terlalu luas , maka geografi dibagi menjadi dua ( 2 ) , yaitu geografi fisik ( alam ) dan geografi sosial .
a. Geografi fisik ( alam ) terdiri dari :
2. Hidrologi : Ilmu yang mempelajari perairan darat
3. Oseanologi : Ilmu yang mempelajarisifat fisik dan kimia air laut
4. Klimatologi : Ilmu yang mempelajari Iklim
5. Meteorologi : Ilmu yang mempelajari Cuaca
6. Vulkanologi : Ilmu yang mempelajari gunung api
7. Seismologi : Ilmu yang mempelajari gempa bumi
8. Kartografi : Ilmu yang mempelajari peta
9. Geodesi : Ilmu yang mempelajari pengukuran tanah
10. Planologi : Ilmu yang mempelajari perencanaan kota
11. Geomorfologi : Ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk muka bumi
12. Astronomi : Ilmu yang mempelajari benda-benda langit
13. Geologi : Ilmu yang mempelajari struktur , komposisi , sejarah dan proses perkembangan bumi
14. Biogeografi : Ilmu yang mempelajari penyebaran makhluk hidup secara geografis dipermukaan bumi
15. Geofisika : Ilmu yang mempelajari sifat-sifat bumi bagian dalam dengan metode fisika ( seperti gravitasi , medan magnet dan lain-lain )
b. Geografi Sosial terdiri dari :
1. Geografi manusia : Ilmu yang mempelajari aspek social , ekonomi dan budaya penduduk
2. Antropogeografi : Ilmu yang mempelajari penyebaran bangsa-bangsa di permukaan bumi dari sudut geografi
3. Geografi Politik : Ilmu yang mempelajari kondisi-kondisi geografis ditinjau dari sudut pandang potitik atau kepentingan negara
4. Geografi Regional : Ilmu yang mempelajari kawasan tertentu
5. Geografi Penduduk : Ilmu yang mempelajari jumlah , penyebaran dan komposisi penduduk
6. Geografi Ekonomi : Ilmu yang mempelajari kegiatan ekonomi penduduk pada wilayah tertentu
7. Sosiologi : Ilmu yang mempelajari struktur social , proses social dan perubahan social
8. Geografi Desa : Ilmu yang mempelajari kondisi-kondisi wilayah desa dan masyarakatnya dari sudut geografi
9. Geografi Kota : Ilmu yang mempelajari kondisi-kondisi wilayah kota dan masyarakatnya dari sudut Geografi
Disamping geografi social dan geografi fisik , karena perkembangan iptek khususnya di bidang IT adanya geografi teknik / terapan , yaitu :
1. Sistem Informasi Geografi ( SIG ) adalah teknik penyajian informasi dengan cara overlay sejumlah peta tematik melalui basis computer sehingga mengahasilkan informasi baru dalam setiap produk dan analisisnya .
2. Penginderaan Jauh ( Indraja ) adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi mengenai obyek , daerah , atau gejala dengan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat atau wahana tanpa kontak langsung terhadap obyek , daerah atau gejala yang di kaji .
D. Konsep Geografi
Adanya nilai guna , keterkaitan ruang , interaksi , interdependensi adalah termasuk konsep geografi . Menurut Nursid Sumaatmadja , konsep geografi adalah pola abstrak yang berkenaan dengan gejala-gejala konkret tentang geografi .
Konsep geografi adalah banyak , tetapi pada hakekatnya hanya ada dua ( 2 ) , yaitu :
1. Konsep geografi Denotatif adalah konsep yang dapat menjelaskan pengertian gejala geografi berdasarkan definisi . Contoh : Erosi merupakan proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di atas permukaan bumi .
2. Konsep geografi Konotatif adalah konsep yang memiliki arti yang lebih luas dibandingkan dengan arti secara harfiah .Didalamnya menyangkut semua aspek yang berhubungan dengan konsep yang dibahas antara lain persebarannya , factor pendorongnya , jenisnya , dan proses pembentukannya . Konsep geografi bermanfaat untuk membimbing kita dalam berfikir dari sudut pandang geografi .
A. Konsep Geografi menurut IGI
1. Konsep Lokasi merupakan konsep utama dalam menjawab pertanyaan (where). Konsep lokasi juga mengandung pengertian bahwa lokasi berpengaruh terhadap harga atau nilai sesuatu yang ada di permukaan bumi . Contoh : Rumah mewah dijual harganya jatuh ,karena lokasi rumah tersebut dekat kuburan . Lokasi terbagi atas lokasi absolut dan lokasi relatif.
Lokasi absolut adalah lokasi yang tetap terhadap sistem jaring / koordinat (letak astronomis),
Lokasi relatif adalah lokasi yang dipengaruhi daerah sekitarnya (letak geografis)
2. Konsep jarak merupakan konsep yang berkaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi dan pertahanan . Konsep jarak mengandung pengertian juga bahwa jarak juga berpengaruh terhadap harga dan nilai barang .Contoh : Harga produk pertanian jadi lebih mahal jika harus diangkut ke pasar yang jaraknya jauh . Harga tanah semakin mahal jika letaknya dekat kota atau dekat jalan raya . Jarak terbagi atas jarak absolut dan jarak relatif.
Jarak absolut adalah jarak yang sebenarnya ditarik lurus antara dua titik,
Jarak relatif adalah jarak yang didasarkan atas pertimbangan waktu dan kemudahan transportasi. ( misal jarak Bogor – Jakarta ditempuh hanya 30 menit lewat jalan tol )
3. Konsep Keterjangkauan (accessibility) adalah mudah dijangkau atau tidaknya suatu tempat Contoh : Bogor – Jakarta lebih mudah dijangkau dari pada Bogor – Bandung .
4. Konsep pola menitikberatkan pada pola keruangan baik alami maupun sosial budaya . Konsep pola juga mengandung pengertian bahwa konsep pola adalah sesuatu yang berulang sehingga menampakkan suatu bentuk tertentu yang konsisten . Contoh : Pola permukiman penduduk memanjang sepanjang sungai .
5. Konsep Morfologi menjelaskan bentuk-bentuk muka bumi ( dataran rendah , dataran tinggi , pegunungan ,rawa , bukit , gunung dan lain-lain ) Dengan konsep morfologi kita akan mudah mengetahui potensi suatu lahan . Contoh : adalah salah kalau kita membangun rumah di daerah rawa , karena rawa adalah daerah yang rendah sehingga bisa mengakibatkan kebanjiran .
6. Konsep Aglomerasi adalah pengelompokan / konsentrasi . Contoh :
1) Masyarakat di kota cenderung mengelompok bertempat tinggal di perumahan
2) Masyarakat di desa cenderung mengelompok bertempat tinggal di dataran rendah yang subur
3) Adanya Pecinan dan kampung Jawa
7. Konsep nilai kegunaan berarti nilai di suatu tempat mempunyai nilai guna yang berbeda didasarkan atas fungsinya. Jadi, nilai guna bersifat relatif. Contoh: daerah dataran banjir memiliki nilai kegunaan yang rendah sebagai lokasi pemukiman, tetapi bagi penjual jasa gerobak nilai gunanya tinggi.
8. Konsep interaksi dan interdependensi merupakan konsep yang berkaitan dengan hubungan saling ketergantungan antar dua tempat. Contoh : antara desa dan kota sekitarnya terjadi saling keterkaitan dan ketergantungan
9. Konsep diferensiasi area merupakan konsep yang mengintegrasikan fenomena menjadi suatu tempat atau wilayah yang mempunyai corak tersendiri sebagai daerah. Contoh : perumahan padat atau perumahan jarang.
10. Konsep keterkaitan keruangan merupakan konsep yang menunjukkan derajat keterkaitan antar wilayah, baik alam maupun sosial. ( hampir sama dengan konsep interaksi , tapi beda luasnya saja ) Contoh : Tanaman teh berada di pegunungan dan sapi perah berada di daerah sejuk. Karena tiap sabtu-minggu banyak orang Jakarta berlibur ke Bandung , maka puncak macet
Contoh soal
1. Kondisi Pulau Jawa dengan jumlah penduduk yang padat menyebabkan lahan pertanian sempit.Sedangkan pulau Kalimantan masih memiliki lahan pertanian yang luas karena jumlah penduduk yang relative sedikit.Sehingga terjadi perpindahan penduduk dari pulau Jawa ke Pulau Kalimantan melalui transmigrasi.Konsep geografi yang berkaitan dengan fenomena itu adalah konsep…. ( UN 2010 )
a. Pola d. Keterjangkauan
b. Lokasi e. Interaksi
c. Aglomerasi
2. Pada tahun 2006 di Indonesia terjadi peristiwa bencana lumpur panas lapindo yang mengakibatkan masyarakat disekitar daerah tersebut mengalami kerugian moril maupun materi, proses kejadian bencana tersebut dapat dipahami melalui konsep… ( UN 2008 )
a. Pola d. Aglomerasi
b. Nilai e. Morfologi
c. Letak
B. Pendekatan Geografi
1. Pendekatan Keruangan adalah pendekatan yang digunakan untuk mengetahuipersebaran penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan . Melalui pendekatan keruangan seorang geograf akan meneliti secara mendalam keberadaan suatu rung yang menjadi obyek kajiannya . Pendekatan keruangan juga mengandung pengertian nilai suatu tempat , jadi nilai suatu tempat bisa strategis atau sebaliknya yaitu terisoler . Kata kunci pendekatan keruangan adalah fisik yang terdiri dari garis , poin dan bidang
2. Pendekatan Kelingkungan adalah pendekatan untuk mengetahui hubungan dan keterkaitan antar unsur yang berada pada suatu lingkungan tertentu , baik antar makhluk hidup maupun antara makhluk hidup dengan lingkungan alamnya . Pendekatan kelingkungan juga bisa disebut pendekatan ekologis , karena mempelajari komponen hidup dan komponen tidak hidup di suatu tempat .
3. Pendekatan Komplek Wilayah adalah pendekatan kombinasi antara pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan . Suatu wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya suatu wilayah itu mempunyaiunsur pembeda . Perbedaan suatu wilayah di permukaan bumi terjadi karena unsur-unsur dalam ruang berbeda , baik dari segi jumlah maupun mutunya . Akibat adanya perbedaan tersebut , terjadi proses interaksi wilayah yang ditujukan untuk menutupi berbagai kekurangan unsur yang tidak terdapat di suatu wilayah .
Misal wilayah desa akan melakukan interaksi dengan wilayah kota untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier . Begitu pula sebaliknya wilayah kota akan berinteraksi dengan wilayah desa untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dan bahan mentah lainnya .
Contoh soal
Peristiwa alam seperti tanah longsor di Gunung Leuser (Aceh), merupakan fenomena geosfer yang dapat dikaji melalui pendekatan geografi yang tepat adalah …( UN 2008 )
a. Pendekatan keruangan d. Deskripsi dan Intelerasi
b. Pendekatan kelingkungan e. Korologi dan Dependensi
c. Pendekatan persebaran
C. Prinsip Geografi
1. Prinsip Distribusi / Persebaran adalah satu gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi . Contoh : Persebaran batubara di Indonesia tidak berada di setiap wilayah , hal ini disebabkan oleh kondisi formasi batuan yang berbeda .
2. Prinsip Interelasi adalah suatu hubungan saling keterkaitan dalam ruang antara gejala yang satu dengan yang lain . Contoh : Banjir terjadi akibat rusaknya lahan di daerah hulu DAS ( Daerah Aliran Sungai )
3. Prinsip Deskripsi adalah menggambarkan lebih jauh dari persebaran dan hubungan interelasi antara fakta dan gejala di permukaan bumi . Prinsip ini dapat ditampilkan dalam bentuk kalimat , peta , diagram , grafik dan tabel . Contoh : Kerusakan yang terjadi di beberapa DAS di Indonesia sehingga dapat terlihat perbandingannya dan akan memudahkan dalam penentuan skala penanganannya.
4. Prinsip Keruangan ( Korologi ) adalah lebih menitikberatkan pada analisa , fakta dan masalah geografi dengan menekankan pada penyebaran , interelasi dan interaksinya dalam ruang . Ruang adalah permukaan bumi keseluruhan maupun parsial . Contoh : Kesenjangan pembangunan antara desa dengan kota menyebabkan terjadinya urbanisasi , atau kesenjangan pembangunan antara pulau Jawa dan luar pulau Jawa menyebabkan padatnya penduduk pulau Jawa .
Contoh soal
Keterkaitan antara faktor yang satu dengan faktor lainya dan terjadi dipermukaan bumi serta tersebar tidak merata dapat dipelajari dengan menggunakan prinsip ….( UN 2008 )
a. Distribusi dan interaksi d. Deskripsi dan Intelerasi
b. Interelasi dan distribusi e. Koronologi dan dependensi
c. Koronologi dan keruangan
D. Aspek Geografi
Aspek geografi ada dua ( 2 ) , yaitu :
1. Aspek fisik ( alam ) terdiri dari : litosfer , atmosfer , biosfer dan hidrosfer
2. Aspek sosial seperti antroposfer
E. Manfaat Geografi Dalam Kehidupan Sehari-Hari
1. Memetakan persebaran fenomena di permukaan bumi
2. Penentuan lokasi pertanian , industri dan permukiman .
3. Penentuan lokasi trasmigrasi
4. Pengembangan sarana transportasi
5. Potensi dan pemanfaatan sumber daya
6. Media pemupukan wawasan kebangsaan
7. Menyelesaikan masalah sosial dan kemasyarakatan
Sejarah Pembentukan Bumi, TataSurya, dan Jagad Raya
A. PROSES PEMBENTUKAN BUMI
1. Teori Apungan Benua (Continental Drift)
Dikemukakan oleh Alfred Wegener(1910). Wegener berpendapat bahwa 225 juta tahun yang lalu di Bumi hanya terdapat satu benua yaitu Pangea. Dengan adanya tenaga tektonik bumi, pangea terpisah menjadi dua benua, Laurasia di utara dan Gondwana di selatan. Dua benua tersebut dipisahkan oleh suatu lautan besar yaitu Tethys. Kedua benua tersebut terus bergerak sehingga membentuk benua-benua seperti sekarang. Teori apungan benua didukung oleh bukti sebagai berikut:
a. Pantai di bagian timur Amerika Selatan dan pantai barat Afrika terlihat memiliki potongan yang cocok satu sama lain.
b. Batuan yang terdapat di Amerika Selatan dan di Afrika memiliki jenis dan umur batuan yang sama.
c. Struktur batuan induk di tepi lautan Atlantik di Afrika, Amerika Utara, dan Eropa memiliki potongan dengan bentuk yang cocok satu sama lain.
2. Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic)
Muncul pada tahun 1960-an yang merupakan lanjutan dari teori apungan benua. Dalam teori ini dijelaskan bahwa permukaan bumi terbentuk oleh kerak benua dan kerak samudera serta lapisan batuan teratas dari mantel bumi. Semua lapisan ini disebut lithosfer. Dibawah lapisan oini terdapat lapisan batuan cair yang disebut astenosfer. Suhu dan tekanan astenosfer sangat tinggi sehingga batuan pada lapisan ini dapat bergerak seperti cairan. Pergerakan astenosfer ini mengakibatkan lapisan diatasnya, litosfer, ikut bergerak. Adanya pergerakan-pergerakan lithosfer ini mengakibatkan terbentuknya permukaan bumi seperti sekarang.
B. PROSES PEMBENTUKAN TATA SURYA
1. Teori Kabut atau Nebula (Kant-Laplace)
Tata surya terbentuk dari sebuah nebula atau kabut besar dan hampir bulat yang berotasi dengan kecepatan sangat lambat sehingga menyebabkan penyusutan dan membentuk sebuah cakram di bagian tengahnya. Penyusutan berlanjut hingga terbentuk Matahari di bagian pusat cakram. Cakram berotasi lebih cepat sehingga bagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan yang kemudian memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari.
2. Teori Planetesimal (T.C.Chamberlain dan FR.Moulton)
Dalam teori ini dijelaskan bahwa Matahari telah ada sebagai salah satu bintang. Suatu ketika sebuah bintang berpapasan dengan Matahari dengan jarak yang tak terlalu jauh sehingga terjadi tarik menarik pada permukaan Matahari maupun bintang tersebut. Akibatnya sebagian massa Matahari tertarik ke arah bintang. Pada waktu bintang tersebut menjauh, sebagian dari massa Matahari jatuh lagi ke permukaan Matahari dan sebagian lagi terhambur di luar angkasa di sekitar Matahari. Hal ini dinamakan planetesimal, dimana massa yang terhambur tersebut menjadi planet-planet yang beredar mengelilingi Matahari.
3. Teori Pasang Surut (Sir James Jeans dan Harold Jeffreys)
Tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari. Gas-gas tersebut terlepas dan mengelilingi Matahari, kemudian berubah menjadi bola-bola cair yang mendingin secara perlahan dan membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.
4. Teori Proto Planet (Carl Von Weizsacker dan disempurnakan oleh Gerard P. Kuiper)
Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas yang jumlahnya sangat banyak. Suatu gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola. Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi pipih meyerupai cakram. Karena bagian tengahnya berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya sehingga terbentuk Matahari. Bagiana tepi cakram berpilin cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil. Gumpalan tersebut membeku menjadi planet dan satelit.
C. PROSES PEMBENTUKAN JAGAD RAYA
1. Teori Keadaan Tetap (Fred Hoyle, Herman Bondi, dan Thomas Gold)
Alam semesta tidak berawal dan berakhir karena alam semesta selalu memuai dengan laju tetap dan materi baru terus menerus tercipta. Akibatnya dalam ruang tertentu selalu dipadati oleh materi yang berjumlah tetap. Agar alam semesta selalu dalam keadaan tetap, perlu diciptakan bahan baru secara berkesinambungan yang menimbulkan tekanan dan memaksa semesta memuai secara terus menerus. Bahan baru tersebut selanjutnya memadat menjadi galaksi untuk mengisi kekosongan yang timbul karena pemuaian.
2. Teori Ledakan Besar (George Gamow)
Alam semesta bermula dari ledakan dahsyat (Big Bang) dan galaksi meluas tanpa batas seperti bola raksasa yang sangat padat. Bola raksasa ini terdiri dari neutron dan tenaga pancaran yang disebut ‘ylem (diucapkan ‘ailem’). Sekitar 18 milyar tahun yang lalu ylem meledak dengan dahsyat. Bola mengembang sehingga berkurang kepadatannya dan temperaturnya turun dari milyaran derajat hingga jutaan derajat. Pada temperatur sekitar 60 juta derajat semua neutron berubah menjadi proton dan elektron. Bersamaan temperatur yang menurun, terbentuklah semua unsur yang ada di alam sekarang ini. Pada suhu sekitar 300 derajat, semua unsur berubah menjadi gas yang menjadi awal dari sebuah galaksi.
D. TATA SURYA DAN JAGAD RAYA
Tata surya merupakan susunan benda langit yang terdiri dari sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang mengelilinginya, meliputi planet, komet, meteor, asteroid, satelit, dan sebagainya. Tata surya hanyalah satu dari jutaan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang disebut galaksi.
1. Planet
Merupakan anggota terpenting dalam tata surya. Planet artinya pengembara atau selalu bergerak, seolah-olah menjelajahi langit dari satu kelompok bintang ke kelompok bintang yang lain. Cahaya planet bersumber dari pantulan cahaya Matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Planet dapat dikelompokkan berdasarkan:
a. Jarak ke Matahari
1) Asteroid sebagai pembatas
a) Planet dalam
Planet yang orbitnya di sebelah dalam lintasan asteroid yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
b) Planet luar
Planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
2) Bumi sebagai pembatas
a) Planet Inferior
Planet yang orbitnya berada di dalam orbit Bumi, yaitu Merkurius dan Venus.
b) Planet Superior
Planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi yaitu Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b. Komposisi bahan penyusun (massa)
1) Planet Terestrial
Planet-planet yang komposisi penyusunnya adalah batuan. Terdiri dari Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2) Planet Jovian
Planet-planet yang berukuran besar, komposisinya adalah es dan hidrogen. Terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Rotasi Dan Revolusi Bumi
Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Satu putaran memerlukan waktu 23 jam 56 menit (dibulatkan 24 jam). Rotasi Bumi terjadi dari barat ke timur dengan kecepatan rotasi yang tidak sama, di equator bergerak dngan cepat namun semakin ke kutub semakin lambat. Rotasi Bumi menyebabkan:
a. Pergantian siang dan malam
b. Peredaran semu benda-benda langit
c. Perbedaan waktu
d. Bentuk Bumi agak tumpul (pepat Bumi)
e. Penyimpangan arah angin.
Revolusi Bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari yang memerlukan waktu selama satu tahun (365 1/3 hari). Sesuai dengan hukum Kepler, lintasan peredaran Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips dan bidang lintasannya dinamakan ekliptika. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa Bumi melakukan revolusi dengan kecepatan cahaya dan paralaks bintang. Gejala alam akibat revolusi:
a. Pergantian musim
b. Peredaran semu tahunan Matahari
c. Paralaks bintang
d. Perbedaan panjang siang dan malam.
2. Galaksi
Galaksi adalah sistem perbintangan yang sangat besar, terdiri dari bintang-bintang dan materi antar bintang. Biasanya galaksi terdiri dari milyaran bintang dengan massa antara beberapa juta sampai beberapa triliun kali dari Matahari. Kita berada dalam galaksi Bimasakti atau Milky Way (atau Jalur Susu - karena galaksi Bimasakti terlihat putih dan seperti aliran susu). Berdiameter 100.000 tahun cahaya dan Matahari adalah salah satu dari sekitar 100 miliar bintang yang terdapat di dalamnya. Ciri-ciri galaksi:
a. Galaksi memiliki cahaya sendiri, bukan pantulan.
b. Galaksi-galaksi lain dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti.
c. Jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya.
d. Galaksi memiliki bentuk tertentu.
Bentuk Galaksi
Huble mengklasifikasikan bentk galaksi dalam tiga bentuk utama :
• Bentuk spiral
1. Populasinya 80% dari seluruh galaksi
2. Memiliki struktur teratur
3. Selubung bulat dan piringan dengan lengan spiral mengelilingi equator
4. Variasi galaksi spiral adalah spiral berbatang.
5. Contoh: galaksi Bimasakti dan Andromeda.
• Bentuk elips
1. Tidak ada struktur
2. Warna merah dan oranye (bintang tua)
3. Tak ada gas dan debu.
4. Contoh: galaksi Sculptor dan Fornaks.
• Bentuk tak beraturan
1. Massa galaksi rendah dengan bindel bintang muda
2. Saling berinteraksi atau menggabungkan
3. Contoh: galaksi Magellan Besar dan Magellan Kecil.
LITOSFER
Litosfer adalah lapisan terluar kulit bumi (kerak bumi), memiliki ketebalan ± 1.200 km dan terdiri atas lapisan Silisium dan Aluminium (SiAl) serta Silisium dan Magnesium (SiMg)
Klasifikasi Batuan
1. Batuan Beku
- Beku Dalam : granit,diorit, sienit, gabro
- Beku Gang/korok : granit, diorit, forfirit.
- Beku Luar : basalt, andesit, obsidian
2. Batuan Sedimen
Proses terjadinya:
Sedimen klasik : endapan pecahan/hancuran batuan:
1. Breksi: sudut tajam
2. Konglomerat: sudut tumpul
3. Pasir: batu pasir, tanah liat
4. Tanah liat
Sedimen Kimiawi-anorganik: endapan hasil pelarut kimia, contoh:batu garam
Berdasarkan Tenaga diendapkannya:
1. Sedimen akuatis: diendapkan air, batu pasir dan tanah liat.
2. Sedimen aeolis: diendapkan angin, tanah loss dan pasir
3. Sedimen glasial: diendapkan gletser, batu morena
Berdasarkan tempat diendapkannya, batuan sedimen:
1. Sedimen Teristis(darat): batutuf, batu pasir, tanah loss
2. Sedimen Marine(laut): batu karang, batu garam.
3. Sedimen Fluvial(sungai): pasir, tanah liat
4. Sedimen Limnis(danau): danau, rawa.
5. Sedimen Glasial(es): Batu morena.
3. Batuan Metamor
Batuan metamor kontak: pengaruh suhu tinggi, batuan kapur.
Batuan metamor dinamo: pengaruh tekanan yang tinggi dalam waktu lama, batu tulis
Batuan metamor pneumatolitis: proses pembentukannya disusup batuan unsur lain, florium yang menghasilkan topas, semacam permata berwarna kuning.
ii. Tenaga yang membentuk Bumi
1. Endogen
2. Vulkanisme: peristiwa naiknya magma dalam perut bumi
Menurut derajat keasamannya:
Tenaga Geologi:
Magma Asam: Mineral Kuarsa (SiO3) (terang)
Magma Basa: Besi dan Magnesium (gelap)
Magma Pertengahan(Andesit)
Kandungan Kuarsa+Besi Magnesium (Kelabu Gelap)
Intrusi Magma : Penyisipan magma diantara 2 litosfer (tidak sampai permukaan bumi)
Hasil Instrusi:
Batolith : batuan beku yang terjadi dalam dapur magma
Lakolit : magma yang menyusup di antara litosfer dan menekan ke atas sehingga bagian atas cembung tapi bagian bawah datar.
Sill : batuan beku yang bentuknya tipis dan pipih
Diatrema : intrusiv pengisi pipa letusan beberntu silinder
Gang (korok) : intrisiv bentuknya tipis dan panjang, dengan arah intrusi vertikal atau miring.
Apofisa : batuan intrusiv yang merupakan cabang dari gang.
Ekstrusi Magma : proses keluarnya magma ke permukaan bumi hasilnya berupa ledakan (erupsi).
Berdasarkan kekuatan:
Eksplosif erupsi gunung api berupa ledakan kuat dan menyemburkan materi gunung api ke udara.
Efusif erupsi gunung api berupa ledakan lava melalui retakan pada badan gunung api.
Efusif Linier Erupsi dimana magmanya keluar melalui retakan
Efusif Areal Erupsi yang terjadi pada daerah yang luas.
Cirinya:
1. Letak dapur magmanya dekat dengan permukaan bumi
2. Energi panas yang dihasilkan oleh magma membentuk lubang besar.
3. Magma keluar melalui lubang tersebut.
Erupsi Sentral Erupsi gunung api dimana materi-materi gunung api keluar melalui pusat erupsi, sehingga membentuk kerucut-kerucut gunung api tersendiri.
(paling banyak terjadi)
Bentuk Gunung Api:
1. Strato : kerucut, erupsi efosif dan eksplosif, lereng gunung terdiri dari bermacam-macam lapisan batuan, banyak terdapat di Indonesia
2. Maar : terjadi karena erupsi eksplosif yang hanya satu kali, dapur magma yang terlalu dangkal, vahan yang dikeluarkan berupa bahan-bahan piroklastika, kandungan gasnya tidak terlalu banyak.
3. Perisai : jenis magmanya encer, aliran lava menyebar dan menutupi daerah luas, lerengnya sangat landai, dijumpai di Hawai
Tanda-tanda Gunung Api akan meletus:
1. Suhu sekitar kawah naik
2. Banyak sumber air yang tiba-tiba mongering
3. Terdengar suara gemuruh
4. Sering terjadi gempa kecil
5. Binatang liar di sekitar gunung banyak yang mengungsi.
Gejala Pasca Vulkanik adalah gunung api yang tidak menampakkan gejala aktivitas magma.
Gejala:
a. Ditemukan sumber air panas
b. Adanya geyser
c. Ditemukan bahan ekshalasi
d. Adanya mata air makdani adalah mata air panas yang banyak mengandung mineral belerang.
Jenis tipe letusan gunung api
1. Tipe Hawai : lavanya cair encer, tekanan gas rendah, dan dapur magmanya sangat dangkal.
2. Tipe Stromboli : lavanya air encer tekanan gasnya sedang karena sumber/dapur magmanya dangkal.
3.Tipe Volkano : magmanya cair kental.
4. Tipe Perret
5. Tipe Merapi
6. Tipe St. Vincent
7. Tipe Pelee
TEKTONISME
Menurut kecepatan geraknya
1. Epirogenesa
2. Orogenesa
Menurut arah gerakannya
1. Gerakaan Tekanan Horizontal
2. Gerakan Tekanan Vertikal dan Horizontal
GEMPA BUMI
Istilah Gempa Bumi
1. Seismologi (limu yang mempelajari gempa bumi)
2. Seismograf (alat pencatat gempa)
3. Seismogram (hasil gambaran seismograf)
4. Isoseista (garis peta yang menghubungkan tempat mempunyai fisik yang sama )
5.Pleisoseista (garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa)
6. Homoseista (garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang primer pada waktu yang sama)
7. Hiposentrum (pusat gempa)
8. Episentrum (tempat gelombang dirambatkan)
9. Makroseisme (daerah yang merusak gempa terluas)
10. Teduseisme (gelang yang tidak diguncang gelombang primer dan sekunder)
Gelombang Gempa Bumi
1. Primer (longitudinal) : 7 - 14 km/detik
2. Sekuder (transversal) : 4 - 7 km/detik
3. Panjang (permukaan) : 3,5 - 3,9 km/detik
Klasifikasi Gempa Bumi
Menurut penyebab:
1. Vulkanik (gunung api)
2. Tektonik (pergeseran lempeng)
3. Runtuhan (runtuhan batuan)
Menurut Intensitasnya:
1. Makroseisme (intensitas besar)
2. Mikroseisme (intensitas kecil)
Hiposentrumnya:
1. Gempa dalam (300-700km)
2. Gempa pertengahan (100-300km)
3. Gempa dangkal (<100 km) PEDOSFER Tanah bagian dari lahan yang tersusun dari bahan anorganik dan organik. Komponen tanah (mineral, bahan organik, air udara) Faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah: iklim, organisme, batuan induk, topografi, dan waktu Kesuburan tanah: pH tanah, kandungan mineral, bahan organik, keremahan tanah. Derajat Keasamaan Tanah (pH): 1. Tanah asam: H > OH
2. Tanah basah (alkalin):OH > H
3. Tanah netral: H=OH
Lahan: permukaan daratan dengan kekayaan benda padat, cair, dan gas.
Lahan Potensial: lahan yang secara fisis, kimiawi, ekonomi cukup mengun tungkan tapi belum dimanfaatkan secara optimal.
Lahan kritis: lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air dan unsur pertanian yang baik.
Lahan potensial & kritis dipengaruhi oleh:
Jenis tanah, tingkat kemiringan lereng, cara pengolahan
FAKTOR PENYEBAB LAHAN KRITIS:
-Perusakan hutan
-Pertanian sistem ladang berpindah
-Kegiatan pertambangan terbuka
-Sistem pertanian di pegunungan yang tidak menggunakan terasering/sengkedan.
Persebaran lahan kritis di dunia: 85% meliputi:
- Lahan gersang 28%
- Lahan kekurangan mineral 23%
- Lahan yang memiliki lapisan tanah dangkal 22%
-Lahan tanah masam 10%
Upaya pencegahan dan penanggulangan lahan kritis:
- Reboisasi (pinus, jati, mahoni)
- Penghijauan (turi, cengkeh)
- Sistem penanaman searah garis kontur: penanaman tanaman yang searah garis kontur.
- Sistem terasering: mengurangi laju air di permukaan bumi
- Lahan kemiringan lebih dari 45o dijadikan hutan lindung
-Pembuatan lorak-lorak mati berupa lubang untuk menampung air sehingga meresap ke dalam tanah
JENIS TANAH
Aluvial : material halus hasil pengendapan aliran sungai (pantai timur Sumtera, pantai utara Jawa, S. Barito, Mahakam, Musi, Bengawan Solo)
Andosol : berasal dari abu gunung api (Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera)
Regosol : berbutir kasar dan berasal dari material gunung api (Bengkulu, pantai barat Sumatera, Jawa, Bali, dan NTB)
Kapur : pelapukan batuan kapur yang tidak subur. (JaTeng, Aceh)
Litosol : berbentuk batuan keras yang belum mengalami pelapukan secara sempurna.
Argosol(gambut) : siswa tumbuhan yang mengalami pembusukanKalimantan, Sumatera, Papua.
Grumusol : material halus berlempung (JaTeng, JaTim, Madura)
Latosol : mengandung zat besi dan aluminium. (Sumatera Utara, Barat, Jawa)
ATMOSFER
A. Lapisan Atmosfer
Gas yang terkandung: Nitrogen, Oksigen, Karbondioksida
Troposfer (8-16km, tempat awan, hujan, angin, lapisan terbawah)
Stratosfer (15-55km)
Stratopause(atas:konsentrasi ozon, melinduni lapisan troposfer dari ultraviolet)
Mesosfer (55-85km, banyak meteor terurai, antra mesosfer-termosfer tedapat mesopauze, suhu terendah -100oC)
Termosfer (Ionosfer): >85km, perambatan gelombang radio, lapisan tertinggi termopause 200-400km.
B. Unsur Cuaca & Iklim
Istilah Cuaca dan Iklim
1. Klimatologi: ilmu yang mempelajari iklim
2. Meteorologi: ilmu yang mempelajari tentang cuaca.
3. Isoterm: garis khayal di permukaan bumi yan menghubungkan tempat yang memiliki temperatur yang sama.
4. Isobar: garis kahayal di permukaan bumi yang menghubungkan tempat yang memiliki tekanan udara yang sama.
5. Isohyet: garis khayal yang menghubungkan curah hujan yang sama
6. Termograf: alat pengukur suhu udara
7. Higrograf: alat pengukur kelembapan udara
8. Barograf: alat pengukur tekanan udara
9. Fluviograf: alat pengukur curah hujan
10. Anemometer: Alat untuk mengukur kecepatan angin
11. Psyhrometer: alat pengukur kelembapan udara
Unsur cuaca dan iklim
a. Cuaca adalah rata-rata keadaan udara pada suatu tempat (metereologi)
b. Iklim: keadaan rata-rata cuaca pada tempat yang luas dalam waktu yang lama (10-30 tahun). (klimatologi)
Unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim
1. Suhu Udara (Temperatur)
2. Tekanan Udara
3. Kelembapan Udara
4. Angin
5. Curah Hujan
6. Awan
7. Iklim:
Iklim A (hujan tropis)
Iklim B (iklim kering)
Iklim C (iklim hujan sedang)
Iklim D (Iklim hujan bersalju dingin)
Iklim E (Iklim kutub)
Iklim Menurut Junghun (Ketingggian, tempat, vegetasi)
Zona panas (0-650m): jagung, padi
Zona sedang (650-1500m):sayur,buah
Zona sejuk (1500-2500m): pinus dan cemara
Zona dingin (>2500m):lumut
Menurut Schmidt Ferguson (sifat basah dan kering bulan/curah hujan)
Iklim A=sangat basah, hutan hujan tropis
Iklim B=basah, vegetasinya hutan hujan tropis
Iklim C=agak basah, hutan rimba
Iklim D=sedang, vegetasinya hutan musim
Iklim E=agak kering, vegetasinya sabana
Iklim F= kering, vegetasinya sabana
Iklim G= sangat kering, vegetasinya Padang ilalang.
Iklim H= ekstrem kering, vegetasinya Padang ilalang.
Iklim Fisis: iklim yang dipengaruhi oleh: permukaan bumi, angin panas dan dingin, arus panas dan dingin, relief bumi.
HIDROSFER
1. Sungai & Danau
Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir.
Bagian sungai
Hulu Tengah Hilir
Daerahnya bergunung Erosi vertikal&horisontal Daerah yang sangat datar
Dekat mata air Dasar sungainya berbentuk U Daerah yang sangat datar
Banyak bongkahan batuan runcing Sedimentasi Meander
Arusnya deras Batu-batuan guling Meander Erosi vertikalKemiringan lerengnya landaiDitemukan kali matiDasar sungai bentuk V, banyak ditemukan di air terjun Wilayah banjir, delta, lembah lebar
Klasifikasi Sungai
Sumber airnya:
- Sungai hujan
- Sungai campuran: S.Digul
- Gletsyer (es mencair)
Volume Air:
- Sungai permanen (volumen airnya tetap stabil sepanjang tahun)
- Sungai periodik (volumen air melimpah pada musim hujan, berkurang pada musim kemarau)
Menurut arah aliran kemiringan lereng :
Sungai konsekuen : arah aliran sesuai dengan kemiringan lereng
Sungai Subsekuen : arah aliran tegak lurus sungai konsekuen
Sungai Obsekuen : arah subsekuen yg arah alirannya berlawan dengan konsekuen
Sungai Resekuen : anak sungai subsekuen yang arah alirannya sejajar dengan sungai konsekuen
Sungai Insekuen : sungai yang arah alirannya tidak teratur dan tidak terikat oleh lereng daratan.
Menurut Kecepatan Erosi :
Sungai Antisedensi : dasar sungai terjadi pengangkatan oleh tenaga endogen diimbangi pengikisan dasar sungai.
Sungai Epigenesa : dasar sungainya terjadi pengikisan sampai mencapai batuan induknya.
Pola Aliran Sungai
Dendritik : anak sungai membentuk sudut tidak teratur di daratan rendah
Pinnate : anak sungai membentuk sudut lancip, kemiringan lereng curam.
Trellis : sejajar dengan anak sungaiyang bermuara pada sungai utama dan membentuk sudut 90o
Radial Sentripetal : memusat (daerah cekungan)
Radial Sentrifugal : menyebar dari puncak ke arah lereng.
Anular : anak sungai melingkar
Meander sungai yang berkelok-kelok secara teratur dengan rah pembelokkan kurang lebih 180o
Delta endapatan batuan, pasir, kerikil, dan Lumpur yang terdapat di muara sungai.
Syarat terbentuknya delta:
1. Adanya sungai menuju laut
2. Arus dan gelombang sungai kecil
3. Lautnya dangkal
4. Gelombang laut kecil
5. Tidak adanya gerakan tektonik
6. Pasang surut relatif kecil
DAS : Bagian permukaan bumi yang airnya mengalir ke dalam sungai yang bersangkutan apabila hujan.
Jenis DAS:
DAS Hulu DAS tengah DAS hilir
Berbukit-bukit Morfologi relatif landai Morfologi datar dan subur
Lerengnya curam Dimanfaatkan untuk lahan pertanian Dimanfaatkan untuk lahan pertanian
Dijumpai jeram Pusat pemukiman Lahan pemukiman
Ciri DAS: Lingkungan DAS gundul, hutan sekitar DAS rusak, di sekitar DAS banyak dijumpai pemukiman padat.
Upaya mempertahankan DAS:
1. Reboisasi hulu
2. Larangan penebangan hutan di Bagian hulu
3. Mencegah adanya pencemaran
4. Melarang pembangunan permukiman di sekiatar DAS
Manfaat DAS
- Merupakan cadangan air
- Untuk irigasi
- Perikanan darat
- Sebagai tempat wisata
Danau: cekungan yang digenangi air tawar dalam jumlah cukup banyak dan luas. Biasanya air danau merupakan air tawar kalau danau tersebut airnya air asin, maka dinamakan laut, seperti Danau Kaspia & Danau Mati di Israel.
Klasifikasi Danau
Menurut proses terjadinya:
D.tektonik: akibat tenaga tektonik, D. Poso
D. vulkanik: akibat erupsi gunung, D. Kerinci
D. vulkano-tektonik: vulkanik & tektonik, D.Toba
D. karst: daerah berbatu kapur, D. Doline
2. Perairan Laut
Menurut letak
Laut Tepi : tepi benua, L. Cina Selatan
Laut Pertengahan : antara 2 benua, Laut yang ada di Indonesia
Laut Pedalaman : di tengah benua/dikeliling daratan, L. Kaspia/Mati.
Menurut terjadinya
Laut Ingresi : Laut dalam yang terjadi karena adanya penurunan dasar samudera, L.Banda
Laut Trangresi : Laut dangkal yang terjadi karena adanya genangan air pada daratan yang lebih rendah pada zaman berakhirnya zaman diluvium, L. Jawa, L.Arafura
Laut regresi : Laut yang terjadi karena adanya proses penyempitan permukaan air laut, karena terjadinya penurunan air laut, L. Jawa.
Kedalamannya
Zona Litoral : garis air surut&pasang
Zona Neritik : 0-200m
Zona Batial : 200-1000m
Zona Abisal : >1000m
Relief Dasar laut
Continental Shelf/lands kontinen : paparan benua, kedalaman<180m, paparan sunda,sahul Continental Slope/Lereng benua : 200-1800m Ocean floor/dasar samudera : >1800m
The Deep (trough)
Palung Mindanao (1830m)
Lubuk laut (basin) Lubuk laut akibat terjadinya pemerosotan dasar laut menyerupai huruf U. Contoh: Laut Basin.
Palung laut : ngarai samudera yang berbentuk lembah dalam dan memanjang menyerupai V.
Ambang Laut : relief dasar laut yang berupa bukit dalam laut yang memisahkan 2 buah laut, Ambang laut Sulu, Sulawesi
Punggung Laut :rangkaian perbukitan laut yang sebagian muncul di permukaan laut, punggung laut Sibolga.
Relief Dasar Laut Indonesia:
Barat : dangkalan sunda, paparan sunda (dulu menyatu dengan Asia)
Tengah : peralihan, laut dalam yang meliputi Sulawesi, NTT, Maluku
Timur : Paparan sahul, dulu bersatu dengan Australia.
Salinitas : banyak sedikitnya kadar garam dalam setiap 1 L air laut. Rata-rata 34,5%=1 L=34,5 gram.
BIOSFER
Biosfer: lapisan permukaan bumi yang terdiri dari udara, tanah, air.
Faktor Biosfer:
Biotik (manusia, flora, dan fauna)
Abiotik:
- iklim (klimatik):temperatur, hujan, angin, kelembapan udara, tekanan udara.
- tanah (edafik): kesuburan tanah,pH tanah, tekstur tanah, kegemburan tanah
- relief (topografi): ketinggian tempat, kemiringan lereng.
Pesebaran Flora & Fauna :
Barat (hutan tropis, musim)
Tengah (musim, stepa, sabana tropis)
Timur tropis, musim, sabana)
Stepa : Padang rumput luas
Sabana : Padang rumput diselingi semak belukardan pohon tinggi.
Hutan hujan tropis Hutan musim
Tanamannya beragam Tanamannya homogeny
Sinar matahari tidak tembus ke dasar hutan Sinar matahari tembus ke dasar hutan
Pohonnya tinggi dan daunnya membentuk canopy Daunnya berguguran pada musim kemarau
Dijumpai tanaman anggrek, rotan, pakis, dan palem Keadaan hutan terang
PESEBARAN FAUNA INDONESIA
Fauna Indonesia Barat/paparan sunda/fauna Asiatis/Oriental : Sumatera, Jawa Bali: Gajah Harimau, Beruang, Mawas, Benteng, Badak bercula.
Garis Wallace : Barat-Tengah
Fauna Indonesia Tengah/Wallacea : Sulawesi, NTT, Maluku komodo, burung maleo, babirusa, anoa, kuskus.
Garis Weber : Tengah-Timur
Fauna Indonesia Timur/Paparan Sahul/Australis : Papua: cendrawasih, kasuari, kangguru
PESEBARAN FAUNA DUNIA
Nearik: Amerika Utara, Greenland, Mexico
Hewan: Bison, Caribau, Kacing Hutan
Neotropik:Amerika Tengah & Selatan
Hewan: Trenggiling, Antilop, Kuda, Tapir
Paleartik: Eropa, Rusia, Pantai Pasifik Barat, Jepang, Afrika Utara
Hewan: Panda, Unta, Rusa dan beruang kutub
Ethiopian: Afrika, Madagaskar, Arab Selatan
Hewan: Zebra, Unta, Jerapah, Singa, Gajah
Oriental: India, IndoCina, Malaysia, Indonesia barat
Hewan: Gajah, harimau, badak, kera
Australia: Australia & Selandia Baru
Hewan: Kangguru, Kiwi, Cendrawasih, Kasuari.
PETA PESEBARAN BIOSFER DUNIA
PETA PESEBARAN BIOSFER INDONESIA
ANTROPOSFER
1. Kualitas Penduduk
Pendidikan
Kesehatan
Pekerjaan
2. Kuantitas Penduduk
a. Kelahiran/Natalitas
Angka kelahiran kasar (CBR)
CBR = kelahiran/penduduk*1000
Angka kelahiran khusus (ASBR)
ASBR= kelahiran/penduduk*1000
Faktor pronatalitas :kawin usia muda, banyak anak banyak rejeki
Faktor antinatalitas : KB, pembatasan usia kawin.
Rendah<20, Tinggi >30
b. Kematian/Mortalitas
Angka kematian kasar (CDR)
CDR=kematian/penduduk*1000
Angka kematian khusus (ASDR)
ASDR=kematian/penduduk*1000
Sex ratio
Cowok/Cewek *100
>100= cowok>cewek
Kepadatan penduduk aritmatik
Jumlah penduduk/luas*100
Kepadatan penduduk agraris
Jumlah penduduk/luas pertanian*100
Dependancy Ratio
Usia tidak produktif/produktif *100
Pertumbuhan Penduduk
Total =Pn= Po+(L-M)+(I-E)
Geometri = Pn= Po (1+r)n
3. Migrasi
4. Masalah Penduduk:
Jumlah penduduk besar,
tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, kualitas penduduk rendah, beban ketergantungan besar, penyeberan penduduk tidak merata
Dampak berpengaruh pada kesejahteraan, kesehatan, lapangan kerja, perumahan, bahan pangan.
Kebijakan : kesejahteraan, pesebaran, lapangan kerja, transmigrasi:
Dinamika Penduduk :perubahan penduduk yang disebabkan oleh kelahiran, kematian, migrasi
Transisi demografi :kondisi proses perubahan tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi
Komposisi penduduk : penggolongan penduduk berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, mata pencaharian, agama, suku bangsa.
Komposisi Penduduk terdiri:
Belum produktif : 0-14 tahun
Produktif : 15-64 tahun
Tidak Produktif : >65 tahun
5. Sensus:
De Facto : sensus semua penduduk yang pada waktu sensus di wilayah tersebut.
De Jure : sensus hanya penduduk yang benar-benar bertempat tinggal di wilayah tersebut
House Holder : format sensus diisi kepala keluarga.
Canvasser : format sensus diisi petugas.
Piramida : umur (vertikal) dan jenis kelamin (horizontal)
Macam-macam piramida:
1. Piramida kerucut/muda/progresif/ekspansif:kelahiran>kematian
2. Piramida granat/stasioner: kelahiran=kematian
3. Piramda nisan/tua/regresif/konstruktif:Kelahiran
Menurut Tingkat Perkembangan
1. Eopolis: perkembangan desa sudah teratur
2. Polis: daerah kota yang sebagian penduduknya masih mendirikan sifat agraris.
3. Metropolis: wilayah kota yang ditandai oleh penduduknya sebagian kehidupan ekonominya ke sektor industria
4. Megalopolis: wilayah perkotaan yang terdiri dari kota metrópolis membentuk jalur perkotaan
5. Tryanopolis: kota yang ditandai dengan adanya kekacauan pelayanan umum, kemacetan lalu lintas, kriminalitas
6. Nektopolis: kota yang mulai ditinggalkan penduduknya.
Sejarah pertumbuhan kota di Indonesia:
1. Kota kerajaan (Jakarta, Jogja)
2. Pertambangan (Pangkalpinang)
3. Perkebunan (Bogor, Jambi)
4. Budaya (Jogja, Solo)
5. Perdagangan (Surabaya, Jakarta)
6. Industri (Cilegon, Bandung)
Zona Interaksi
1. City: Pusat Kota
2. Sub-urban: tempat tinggal penglaju
3. Sub-urban fringe: daerah peralihan desa-kota
4. Urban Fringe: batas terluar kota
5. Rural urban fringe: wilayah antara kota-desa
6. Rural: pedesaan
Teori Interaksi
Titik Henti
Kekuatan Interaksi
G = m1. m2
(d1.2)
m= jumlah penduduk
d= jarak 2 daerah
Pola Keruangan Kota
Sistem Perhubungan dan Transportasi
Potensi dan Permasalahan Kota
Interaksi Kota-Desa
3 prinsip interaksi:
Faktor penyebab interaksi
-adanya wilayah yang saling melengkapi
-adanya kesempatan untuk berinteraksi
- adanya kemudahan transfer
Pola Keruangan Kota:
1. Teori Inti Ganda
2. Teori Sektoral
3. Teori Konsentris
Struktur Penggunaan Lahan Kota:
Teori Konsentrik
1. CBD (pertokoan, kantor pos, bank bioskop, dan pasar)
2. Transisi (pabrik & pola penggunaan lahan)
3. Pemukiman masyarakat berpendapatan rendah
4. Pemukimanan berpenghasilan tinggi.
Teori Sektoral
1. Daerah yang memiliki harga tanah tbiasanya terletak di luar kota.
2. Daerah yang memiliki sewa tanah dan harga tanah rendah
3. Zona pusa Daerah Kegiatan (PDK)
Teori Inti Ganda
1. Inti kota
2. Selaput Inti Kota
3. Kota Satelit
4. Sub-urban daerah
Mendeskripsikan karakteristik negara berkembang dan negara maju.
1. Negara Maju
Indikator:
- Pendapatan per kapita tinggi
- Tingkat kesejahteraan penduduk sudah tinggi
- Pembangunan di segala bidang telah berhasil
2. Negara Berkembang
Indikator:
- Pendapatan per kapita rendah
- Tingkat kesejahteraan rendah
- Pembangunan belum merata
3. Negara dunia ketiga (kurang berkembang)
Potensi SDM
Potensi SDA
Latar belakang sejarah
Sistem pemerintahan dan struktur ekonomi.
Karakteristik Umum Negara Maju:
1. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
2. Pendidikan, Pendapatan, Kesehatan
3. Teknologi Maju
4. Industri berkembang
5. Pengolahan SDA
Contoh Negara Maju
1. Jepang
2. AS
3. Eropa Barat
4. Eropa Utara
Negara Kelompok G8:
1. Kanada 5. Perancis
2. USA 6. Italia
3. Inggris 7. Rusia
4. Jerman 8. Jepang
Kelompok negara industri di Asia:
1. China 4. Singapura
2. Taiwan 5. Jepang
3. Korea Selatan
Karakteristik Umum Negara Berkembang:
1. Jumlah penduduk sangat besar
2. Pendidikan, Kesehatan, Pendapatan
3. Teknologi kurang
4. Industri kurang
5. Pengolahan SDA
Contoh Negara Berkembang
1. Kamboja
2. India
3. Afrika Selatan
4. Indonesia
Negara G-20:
- Sebagian besar persebaran negara berkembang terdapat di Asia dan Afrika
- Salah satu contoh negara berkembang di Asia Tenggara yang pendapat per kapita tinggi yaitu Brunei Darusalam
Menurut PBB negera berkembang dibagi menjadi 3:
1. Negara terbelakang (paling miskin) 44 negara.
2. Negara yang sedang berkembang berjumlah 88 negara dan negara tersebut pengekspor minyak
3. Negara kaya negara pengekspor minyak 13 negara.
- Sebagian besar negara berkembang penghasil bahan mentah (Indonesia, Malaysia, Brazil
- Cina negara industri, negara berkembang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar